Pedagang Pasar Senggol Parepare "Tolak" Maklumat Kapolri



INFOCHANELNASIONAL.COM, Parepare---Giat Tim Gugus Covid-19 Kota Parepare bersama Dinas Perindag didampingi aparat TNI, Polri yang turun ke lapangan untuk “melarang” berjualan di Pasar Senggol menuai protes keras dari pedagang, Selasa, (19/5/2020)


Pedagang menolak patuh lagi sebab mereka sudah bersabar selama kurang lebih 50 hari tunduk pada himbauan namun tidak dibarengi kepedulian Pemkot pada dampak keterpurukan ekonomi akibat Covid-19 yang pedagang rasakan. Sementara itu tulang punggung ekonomi mereka bergantung pada usaha jualan di Pasar Senggol.


Informasi yang beredar tentang berbagai kebijakan yang melonggarkan aktivitas masyarakat di beberapa daerah tertentu telah menginspirasi kelompok masyarakat lain sebagaimana halnya pedagang di Pasar Senggol. Mereka meminta dipersamakan dengan aktivitas pasar di beberapa tempat lain. Kepatuhan mereka hingga 50 hari tak berjualan, membuat mereka balik kompak untuk tidak patuh lagi. “lanjut.., kita lanjut berjualan ini malam”, teriak beberapa pedagang setelah mendengar arahan Pemkot (Dinas Perindag) untuk tetap patuh.


Pedagang juga minta diperlakukan adil, penutupan Pasar Senggol, bagi mereka terkesan ada perlakuan diskriminasi. “Kalau Pasar Senggol ditutup, tutup juga semua.., jangan ada yang jualan supaya adil”, teriak salah satu ibu, pedagang di Pasar Senggol disambut riuh pedagang lainnya.


Ketua KKP Pasar Senggol Amiruddin Laita di tengah kerumunan pedagang yang protes mengatakan mereka (pedagang) akan tetap berjualan, mereka butuh pernyataan langsung dari walikota “kami sudah minta, bahwa tolong beri kami kebijakan (menjual) sampai malam lebaran, kami tidak (ingin) ada masalah, tapi kenyataannya sampai 50 hari, pemkot tidak pernah turun ke Pasar Senggol memberi solusi yang terbaik” bebernya.


Lebih lanjut Amir menegaskan jika tidak ada izin berjualan dari walikota, mereka akan melakukan pergerakan, menurutnya  sikap mereka itu demi kemanusiaan. Hari ini mereka tetap bersikukuh untuk menggelar jualan, walau tetap menunggu putusan langsung dari walikota.


Sekretaris Dinas Perindag Kota Parepare Hj. Sitti Rahma Amir yang sebelumnya menyampaikan arahan penutupan pasar, kepada awak media mengatakan, pedagang meminta agar mereka diizinkan menjual sampai malam lebaran.


“Karena kami menangani secara teknis semua pasar, olehnya itu, aspirasi yang diminta oleh pedagang akan kami sampaikan kepada pimpinan seperti apa kelonggaran-kelonggaran yang akan diberikan kepada mereka”, jelasnya.


Soal minimarket yang tidak dilarang, Sitti Rahma menjelaskan kalau minimarket memang sampai hari ini tidak ada edaran kepatuhan bagi mereka, hanya saja diminta untuk menjalankan prtotokoler covid yang ada. Sementara Pasar Senggol menurutnya memang ada instruksi edaran kepatuhan yang merupakan turunan dari Maklumat Kapolri yang menginstruksikan kepada seluruh Pasar Malam untuk dilakukan penutupan.


Plt. Kadis Perindag Kota Parepare Ir. Laeteng yang melihat desakan pedagang langsung mengambil jalan “tengah” berjanji kepada pedagang untuk membicarakan kembali penolakan ini pada pimpinannya “kalau kita mau ikuti protokol kesehatan, ya memang sebaiknya (Pasar Senggol) ditutup, tapi karena ada penolakan begini tentu saya laporkan dulu ya“ kata Ir. Laeteng di hadapan kerumunan pedagang.


Seperti diketahui sejak semula, pedagang berharap jangan ada penutupan, apalagi hari ini tersisa 5 malam lagi mereka punya kesempatan potensial, mereka sudah 50 malam stay home sementara solusi dari pemkot dinilai sangat minim. Mereka juga sudah meminta untuk menjual siang hari, meminta untuk dipersamakan dengan pasar lain sebab bagi mereka masalah berjualan adalah soal perut, soal kemanusiaan.


Ditanya soal kepastian kapan hasil penyampain penolakan pedagang kepada pimpinannya serta solusinya, Sitti Rahma menjawab lewat telepon selulernya “paling lambat besok Rabu, 20/5/2020 sudah ada jawaban” tutupnya.

Laporan: Andi Rizal / Rusdi
Lebih baru Lebih lama