![]() |
| Foto dok ICN: Kades Lagoari |
Ia mengungkapkan bahwa salah satu kegiatan utama yang menjadi fokus pemerintah desa adalah pembangunan Posyandu Nusa Indah 1. Menurutnya, kondisi posyandu sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak layak digunakan oleh masyarakat.
“Untuk tahun anggaran 2025, salah satu kegiatan yang kami prioritaskan adalah pembangunan Posyandu Nusa Indah 1. Posyandu ini sebelumnya tidak layak pakai, sehingga masyarakat hanya melaksanakan kegiatan posyandu di kolong rumah. Setelah dilakukan pembangunan dengan anggaran sekitar Rp138.196.000, posyandu ini akhirnya dapat terwujud. Di akhir tahun 2025, posyandu tersebut sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat. Pembangunan ini tentunya menjadi bagian dari program penanganan stunting di Desa Lagoari." ujarnya.
Selain sektor kesehatan, pemerintah desa juga memberikan perhatian pada fasilitas olahraga dan ruang aktivitas kepemudaan. Awaluddin menyampaikan bahwa pembangunan tribun lapangan menjadi salah satu sarana pendukung bagi generasi muda di desa.
“Kami juga melakukan pembangunan tribun lapangan sebagai tempat bagi pemuda dan pemudi pecinta olahraga. Tribun ini dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas setiap sore, baik untuk senam maupun kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ketahanan pangan juga menjadi perhatian serius pemerintah desa. Program tersebut dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kemudian ada juga program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes. Bentuk kegiatannya berupa peternakan sapi. Memang pengelolaan ketahanan pangan diarahkan dan diwajibkan melalui BUMDes agar lebih terstruktur dan berkelanjutan,” tandasnya. (Arief)
