![]() |
| Foto para Pemateri di Dialoq Publik JMSI |
WAJO —Infochanelnasional.com--- Jaringan Medis Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Wajo menggelar dialog publik bertema “Krisis Global dan Ketahanan Pangan” pada Senin malam, 19 Mei 2026 pukul 20.00 WITA hingga selesai di Cafee pinggir sungai Padduppa, Kelurahan Paduppa, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo A. Pamenneri, Kepala Bapperida Muh Ilyas , Anggota DPRD Kabupaten Wajo H. Sudirman Meru, dan Wakil Kepala Bulog Sengkang, Fahrul. Acara dibuka oleh Ketua JMSI Wajo, Muh.Nur dan sebagai moderator oleh Dewan Pembina JMSI Wajo, Andi Muspida
Dialog publik ini turut dihadiri Sekretaris Dinas pertanian Firman Tahir bersama para kepala bidang, anggota JMSI, unsur LSM, mahasiswa, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti jalannya diskusi mengenai kondisi pangan di tengah tantangan global saat ini.
Dalam paparan salah satu narasumber, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, A. Pamenneri, menegaskan pentingnya produktifitas pertanian melalui dukungan sarana produksi, penguatan pendampingan petani dan kerjasama lintas sektor , serta memaparkan program yang telah terealisasi di Tahun 2025.
Lanjut Andi Pemenneri menanggapi pertanyaan salah satu perserta dialog terkait Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan ( LP2B) di Wajo diduga tidak terkontrol, dan Andi Pemenneri mengakui masih terdapat sejumlah persoalan terkait lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Wajo. Ia menyebut, beberapa pemilik lahan mengaku tidak pernah menerima penyampaian maupun pemberitahuan sebelumnya bahwa lahan mereka telah masuk dalam daftar LP2B.
Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar ke depan proses pendataan dan penetapan lahan LP2B dapat dilakukan secara lebih terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung. Jika ada temuan2 dibawah ayo laporkan kita sama menyelesaikan
“Masih ada beberapa lahan LP2B di Wajo yang pemiliknya mengaku tidak mengetahui sebelumnya bahwa lahannya masuk dalam daftar LP2B,” ungkapnya
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Wajo H.Sudirman Meru menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah ancaman krisis global.
Narasumber dari Bulog yang diwakili Waka Bulog ,Fahrul juga menyampaikan komitmennya dalam menjaga stabilitas stok dan distribusi pangan di Kabupaten Wajo , aman terjaga sampai 2027 mendatang dan memastikan pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kemudian dari Bapperida yang dihadiri langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Wajo, Muh.Ilyas, memaparkan program irigasi untuk lahan pertanian masih terjaga dengan adanya beberapa bendungan yang ada di Wajo dan bendungan yang ada di Sidrap , walau mengalami sedikit hambatan namun tidak merugikan petani, yang intinya iklim masih bisa dijaga, katanya
Kegiatan dialog publik berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dari peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, aktivis LSM, hingga masyarakat umum. Acara tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan dan solusi bersama dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Wajo. ( Rief)

