![]() |
| Foto ketua Bapemperda Amran di tengah |
WAJO, INFOCHANELNASIONAL----Guru yang diduga dapat ancaman di rumahkan jika tidak ikut penerimaan PPPK Paruh Waktu ( PW) tahap II Tahun 2025 sebagai tenaga tekhnis layanan operator Operasional, akhirnya gigit jari karena kehilangan hak sebagai guru sertifikasi.
Usai menyampaikan aspirasi di hari Jumat, 10 Juli 2026 yang diterima oleh anggota DPRD Kabupaten Wajo, Amran Ambo Dai Salah satu perwakilan guru bernama Wasiastuti kepada media ini mengungkapkan bahwa tidak benar kalau dia awalnya masuk di sekolah sebagai tenaga tekhnis tapi murni dari awal adalah guru dan tersertifikasi.
" Kami di tahap satu tidak bisa ikut karena formasi kami tidak ada, kemudian di tahap II kami diharuskan ikut. namun kami tidak mau karena itu bukan guru tapi tenaga tekhnis. Disini kami ungkap karena adanya ancaman kalau tidak ikut akan di rumahkan , dengan terpaksa kami ikut, dan berselang beberapa waktu di dapodik data kami berubah menjadi tenaga tekhnis bukan lagi guru, dan perlu diketahui saya sejak Mei 2023 sudah jadi guru dan masuk di Dapodik," ungkapnya
Anggota DPRD Kabupaten Wajo , Amran juga menyayangkan ada hal kejadian seperti itu, guru dijadikan tenaga tekhnis yang berdampak banyak guru mau berhenti dan beralih jadi PPPK PW tenaga tekhnis, sebagian sudah mau berhenti tapi karena melihat bmasih kekurangan guru dengan ikhlas tetap bertahan.
" Saya terima aspirasinya para guru yang menjadi PPPK Paruh Waktu , merasa dibohongi dan menuntut kembali jadi guru karena Dinas Pendidikan sudah menghapus statusnya sebagai guru menjadi tenaga tekhnis, dan di tempatnya bekerja terpaksa tetap bertahan sebagai guru dengan gaji sebagai tenaga tekhnis. Berdasarkan informasi ada sekitar 100 guru yang beralih jadi tenaga tekhnis," terang Amran
Lanjutya bahwa para guru menuntut haknya dikembalikan jadi guru karena ada contoh di Kolaka dan Soppeng dengan kejadian serupa bisa kembali jadi guru.
" Saya sampaikan aspirasi ini akan ditindaklanjuti di Rapat Dengar Pendapat ( RDP) dengan mengundang pihak BKPSDM, Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo dan aspirator pada hari ini, semoga ada solusi. Imbuhnya
(Rief)
