Buruknya Pelayanan RSUD Lamaddukelleng Mendapat Sorotan Tajam Dari Anggota DPRD Wajo |
Hal itu dibuktikannya saat membawa keponakannya yang mengalami patah tulang. Kepada media infochanelnasional.com, bahwa keluarganya mengalami patah tulang di tangan kiri setelah mengalami insiden jatuh. Sempat dibawa ke Klinik Prima namun dirujuk ke RSUD Lamaddukelleng karena harus segera dioperasi, ucapnya.
"Setelah sampai di RSUD Lamaddukelleng bukannya dirawat secepatnya kami mala diacuhkan dan disuruh dulu melengkapi administrasi dan diamkan selama satu jam, sementara anak itu harus segera ditolong karena emergency (pasien Cito). Itu pelanggaran sebenarnya karena lebih mengutamakan administrasi dulu daripada penanganan pasien emergency, bahkan dokter ahli bedahnya menyarankan untuk diselesaikan administrasinya di ruang operasi tapi tidak diperdulikan. Nanti setelah saya marah dan memukul meja, mereka baru mulai membawa pasien diruang operasi",kata H.Irfan Saputra
Ditambahakan H.Irfan, bahwa hal ini terus berulang terjadi di rumah sakit daerah kita ini dan sudah berapa kali juga mendapat teguran. Untuk itu oknum yang menghambat pelayanan diberikan sanksi agar kedepan pelayanan lebih baik, masih banyak orang yang mau bekerja daripada mempertahankan orang yang kerja tidak becus, itu hanya merusak pelayanan rumah sakit. Dan berharap Direktur RSUD Lamaddukelleng yang baru dilantik bisa mengatasi hal ini agar kedepan tidak terulang lagi, pintanya
Berita ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak RSUD Lamaddukelleng, karena belum ada yang bisa diklarifikasi.
Editor:Muhlis Pranata Kusuma