Notification

×

Iklan

Iklan

Most Popular Tags

Momentum Hari Raya Idul Fitri, Andi Rosman Ajak Bersihkan Diri Dan Hilangkan Prasangka Buruk Serta Satukan Jiwa Kebersamaan Raih Ridho Allah SWT

Sabtu, 21 Maret 2026 | Maret 21, 2026 WIB Last Updated 2026-03-21T06:36:58Z
    Share

Foto Andi Rosman saat melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah

 

WAJO, infochanelnasional.com---Halaman Masjid Agung Ummulqura menjadi lokasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat pada Sabtu (21/3/2026). Ribuan umat Muslim memadati halaman masjid untuk menunaikan ibadah tahunan tersebut.


Bertindak sebagai khatib, Drs. H. Muh Alwi Yunus, M.Pd.I, M.HI (Dosen Ma'had Aly As'adiyah Sengkang) , sementara Imam Shalat dipimpin oleh Dr. KM H. Abdul Waris.


Sebelum pelaksanaan Shalat Id, Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos, MM, menyampaikan sambutan di hadapan jamaah. Dalam pidatonya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk mensyukuri momentum Idul Fitri sebagai puncak kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.


“Hari ini seluruh umat Islam mengumandangkan Takbir, Tahlil, dan Tahmid sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang telah membawa kita pada puncak kemenangan dan kebahagiaan,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wajo, seraya mengajak untuk saling memaafkan serta mempererat persaudaraan.


Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadhan, seperti menahan diri dari sifat iri, dengki, dan kesombongan, serta memperkuat rasa kasih sayang dan persatuan di tengah masyarakat.


“Melalui hari yang suci ini, mari kita bersihkan hati, hilangkan prasangka buruk, dan satukan jiwa dalam semangat kebersamaan demi meraih ridho Allah SWT,” tuturnya.


Usai pelaksanaan Shalat Id, Khatib dalam khutbahnya menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan sejati bagi umat Islam yang mampu mengendalikan hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.


Ia menjelaskan bahwa Ramadhan adalah sarana pendidikan spiritual yang melatih umat Islam melalui berbagai ibadah, seperti Puasa, Shalat Tarawih, dan Zakat Fitrah, guna membentuk pribadi yang lebih baik secara jasmani dan rohani.


Menurutnya, manusia akan mencapai kesempurnaan apabila mampu menyeimbangkan kebutuhan fisik dan spiritual. Namun, seringkali manusia lebih fokus pada aspek jasmani dan melupakan pembinaan rohani, sehingga mudah tergoda oleh hawa nafsu.


“Puasa Ramadhan disyariatkan sebagai latihan untuk menekan hawa nafsu, baik nafsu kebinatangan, kebuasan, maupun kesetanan, agar nafsu yang bersifat Rabbaniyah dapat menguasai diri,” jelasnya.


Khatib juga mengajak umat Islam untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan dan tidak merusaknya dengan perbuatan tercela setelah Idul Fitri.


“Sesungguhnya kemenangan Idul Fitri adalah ketika kita berhasil mengalahkan hawa nafsu dalam diri kita,” ujarnya 


Di akhir khutbah, ia berharap agar semangat Ramadhan dan kesadaran fitri tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari sepanjang tahun. (Arief)

×
Berita Terbaru Update