![]() |
| Foto Kadis DLHD dan Anggota DPRD bahas IPAL MBG |
WAJO,INFOCHANELNASIONAL.COM--- Dalam upaya menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin
menggelar diskusi strategis bersama Sultan Tamang, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, serta Feri Saputra Santu, anggota DPRD Kabupaten Wajo yang bertempat di Bolapute Jalan Veteran Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo.Jum'at (10/4)
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialektika yang hangat namun sarat makna yang juga dihadir beberapa tokoh, membahas berbagai persoalan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) MBG di Kabupaten Wajo.
Dalam suasana penuh kebersamaan, ketiganya mencoba merangkai benang-benang solusi demi menjawab tantangan pengelolaan limbah yang kian kompleks.
Kadis DLH Wajo yang juga Mantan Camat Tempe ini menuturkan bahwa keberadaan IPAL MBG memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya dalam mengelola limbah agar tidak mencemari ekosistem. Namun, di balik peran strategis itu, masih terdapat sejumlah kendala yang membutuhkan perhatian dan sinergi lintas sektor.
“Melalui diskusi ini, kami berharap lahir gagasan konstruktif yang tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu diwujudkan dalam langkah nyata demi kebaikan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujarnya kepada media ini.Sabtu (11/4)
Kedepan kita akan mengundang Pengelola MBG wilayah Kabupaten Wajo untuk melakukan diskusi untuk mencari solusi terbaik.
"Alhamdulillah sudah ada gambaran gambaran yang kami dapat dari hasil diskusi dari anggota DPRD Sulsel ,Sultan Tajang dan anggota DPRD kabupaten Wajo Feri Saputra Santu,Insya Allah
tinggal kita di diskusikan dengan pengelola MBG Kabupaten Wajo.
Sultan Tajang, SHi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan harus sejalan dengan upaya menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Feri Saputra Santu menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat terkait pengelolaan limbah. Ia menilai, solusi terbaik hanya dapat dicapai melalui komunikasi terbuka dan keseriusan semua pihak dalam menindaklanjuti hasil diskusi.
Pertemuan ini menjadi cerminan bahwa di balik setiap persoalan, selalu ada harapan yang bisa dirajut bersama. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan IPAL MBG di Kabupaten Wajo dapat berfungsi optimal, menjadi penjaga sunyi yang memastikan alam tetap lestari dan kehidupan masyarakat tetap harmonis.
Diketahui bahwa IPAL MBG (Instalasi Pengolahan Air Limbah Makan Bergizi Gratis) adalah sistem pengolahan limbah cair khusus yang dirancang untuk dapur program Makan Bergizi Gratis pemerintah. Sistem ini mengolah limbah dapur (lemak, minyak, sisa makanan) agar memenuhi baku mutu lingkungan.
@ Sultan #
