![]() |
| Foto bersama usai rapat, di kantor Bappelitbangda |
WAJO - infochanelnasional.com----Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Wajo resmi membentuk Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Wajo periode 2026-2029.
Rapat pembentukan yang berlangsung di Aula Bappelitbangda Kabupaten Wajo, Senin (9/2/2026) ini, menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Bumi Lamaddukelleng.
Kepala BPVP Bantaeng, Arsad, S.Ag., M.Pdi, dalam sambutannya menekankan bahwa FKLPID merupakan wadah yang menyatukan tiga pilar utama: Lembaga Pelatihan Kerja (LPK/BLK), dunia industri, dan institusi keuangan.
"Pembentukan forum ini sangat strategis sekali dalam rangka mengetaskan pengangguran, mengetaskan kemiskinan, serta memberikan kesempatan kerja bagi para pencari kerja yang ada di Kabupaten Wajo," ujar Arsad.
Menurutnya, industri harus berkumpul dalam satu wadah agar komunikasi mengenai standar kompetensi karyawan yang dibutuhkan dapat tersampaikan dengan jelas kepada lembaga pelatihan.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Wajo yang diwakili oleh PLT Kepala Disnakertrans Kabupaten Wajo, Sainal Hayat, menegaskan bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak boleh lagi dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri.
"Pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa lagi berjalan secara sektoral dan parsial. Kita membutuhkan langkah strategis, terukur, dan berbasis kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta dunia industri," tegas Sainal saat membuka rapat secara resmi.
Ia berharap FKLPID tidak sekadar menjadi seremoni belaka, melainkan forum yang progresif dalam menyusun agenda kerja nyata.
Ketua BLK Wajo, Ahmad Adam, melaporkan bahwa pembentukan forum ini mengacu pada keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
Tujuan utamanya adalah menciptakan kesesuaian (link and match) antara kompetensi lulusan pelatihan dengan kebutuhan riil di dunia kerja.
"Tujuan dibentuknya FKLPID adalah persediaan yang disesuaikan antara lulusan latihan dengan kebutuhan industri, serta mewujudkan kemitraan antara lembaga pelatihan kerja dengan dunia usaha," ungkap Ahmad Adam.
Muh Nur Terpilih Sebagai Ketua
Dalam rapat tersebut, Muh Nur terpilih secara musyawarah dan mufakat sebagai Ketua FKLPID Kabupaten Wajo periode 2026-2029.
Usai terpilih, ia langsung memaparkan rencana aksi berupa penyusunan database kebutuhan tenaga kerja.
"Sebagai langkah awal, kegiatan hari ini menjadi dasar untuk kerja forum ke depan. Kita akan mendata dulu apa kebutuhan tenaga kerja dari teman-teman industri. Setelah ada datanya, kita serahkan ke BLK untuk melakukan pelatihan," jelas Muh Nur.
Setelah proses pelatihan selesai, FKLPID akan bertugas mendistribusikan tenaga kerja yang telah kompeten tersebut kembali ke dunia usaha dan industri.
Selain itu, penguatan sektor digital marketing juga menjadi agenda tambahan untuk mendukung ekonomi lokal di Kabupaten Wajo.
Rapat pembentukan FKLPID tersebut dihadiri perwakilan dunia usaha, dunia industri, lembaga keuangan, organisasi profesi, serta JMSI Kabupaten Wajo. (*)
